Ketika rembulan surut kebelakang perlahan-lahan
dan pohon-pohon membungkuk penuh dengan hormat
maka kepergianpun tiba
membawa ribuan amanah dari sang pencipta
***
Sahabatku...
kita telah bersama-sama mengembara
dari hati perawan
sampai laut yang paling dalam
jika besok aku pergi
ku tinggalkan dunia yang belum habis kucumbu rayu
***
Sahabatku...
kehidupan ini penuh dengan onak dan duri
maka berhati-hatilah dalam mengarunginya
hanya gunung, sungai dan laut yang tidak pernah berdusta
hanya mereka...!!
tanyalah pada burung-burung yang selalu rukun dengannya.
13 Oktober, 2008
09 Oktober, 2008
When a Man Lost a Women

Tanyakan pada laki-laki itu tentang duka
akibat perpisahan,
dia tidak akan menjawab apa-apa,
kecuali saputan mendung di wajahnya.
Tanyakan pada laki-laki itu perihnya pengkhianatan,
kau akan melihat kedua tangannya terkepal
dan rahangnya mengeras karena amarah.
Tanyakan pada laki-laki itu pedihnya kehilangan orang
yang di sayang, dia masih bertahan dalam bisunya
tapi air matanya tak sanggup ditahannya lagi.
Tetapi... coba tanyakan padanya, mengapa sudi
dipecundang cinta. yakinlah, laki-laki itu pasti tertawa.
menertawakan pertanyaanmu yang dianggapnya bodoh,
kau tak akan pernah bertanya"
akibat perpisahan,
dia tidak akan menjawab apa-apa,
kecuali saputan mendung di wajahnya.
Tanyakan pada laki-laki itu perihnya pengkhianatan,
kau akan melihat kedua tangannya terkepal
dan rahangnya mengeras karena amarah.
Tanyakan pada laki-laki itu pedihnya kehilangan orang
yang di sayang, dia masih bertahan dalam bisunya
tapi air matanya tak sanggup ditahannya lagi.
Tetapi... coba tanyakan padanya, mengapa sudi
dipecundang cinta. yakinlah, laki-laki itu pasti tertawa.
menertawakan pertanyaanmu yang dianggapnya bodoh,
kau tak akan pernah bertanya"
Label:
Puisi
Langganan:
Komentar (Atom)