
Tanyakan pada laki-laki itu tentang duka
akibat perpisahan,
dia tidak akan menjawab apa-apa,
kecuali saputan mendung di wajahnya.
Tanyakan pada laki-laki itu perihnya pengkhianatan,
kau akan melihat kedua tangannya terkepal
dan rahangnya mengeras karena amarah.
Tanyakan pada laki-laki itu pedihnya kehilangan orang
yang di sayang, dia masih bertahan dalam bisunya
tapi air matanya tak sanggup ditahannya lagi.
Tetapi... coba tanyakan padanya, mengapa sudi
dipecundang cinta. yakinlah, laki-laki itu pasti tertawa.
menertawakan pertanyaanmu yang dianggapnya bodoh,
kau tak akan pernah bertanya"
akibat perpisahan,
dia tidak akan menjawab apa-apa,
kecuali saputan mendung di wajahnya.
Tanyakan pada laki-laki itu perihnya pengkhianatan,
kau akan melihat kedua tangannya terkepal
dan rahangnya mengeras karena amarah.
Tanyakan pada laki-laki itu pedihnya kehilangan orang
yang di sayang, dia masih bertahan dalam bisunya
tapi air matanya tak sanggup ditahannya lagi.
Tetapi... coba tanyakan padanya, mengapa sudi
dipecundang cinta. yakinlah, laki-laki itu pasti tertawa.
menertawakan pertanyaanmu yang dianggapnya bodoh,
kau tak akan pernah bertanya"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar