Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

10 September, 2008

Penguas 'Tak Berhati


Wahai sang penguasa...

Kenapa semua ini kau lakukan?

Pernakah kau membayangkan apa yang kami rasakan?

Hari demi hari silih berganti…

Bulan demi bulan…

Dan bahkan tahun demi tahun kami lalui…

Pernahkah kau membayangkan itu?


Kau hanya bisa mencicipi kemanisan dalam kepahitan kami

Kau berucap ketika berorasi

Kau berjanji ketika berkampanye

Tak lupa pula kau lontarkan janji-janji busukmu itu


Wahai sang penguasa…

Kau telah membiarkan kami kehausan dalam genangan air

Kau telah membiarkan kami kelaparan dalam lumbung padi

Tak puas kau dengan itu

Kau selipkan belati dipunggungmu

yang seketika-tika siap menghujam kami dari belakang

Kau tebarkan isu, kau sebarkan fitnah di bumi kami


Masih tak puas kau dengan itu

Kau kirim bala tentaramu

Kau kirim budak-budakmu

Yang siap merobek kebahagiaan kami


Wahai sang penguasa…

Kau telah menghancurkan impian kami

Kau memperkosa anak di depan orang tuanya

Kau mencincang orang tua di depan anaknya

Dan bahkan engkau menenteng kepala mereka

Masih tak puas juga kau dengan itu?


Wahai sang penguasa…

Kau telah menjadi racun disetiap aliran darah kami

Kau membunuh orang yang tak tahu apa-apa

Bahkan bayi sekalipun

Dimana hati nuranimu?

Dimana?


Wahai penguasa yang licik…

Impian putih kami telah berubah menjadi impian hitam

Dentuman senapan dan desingan peluru yang kau kirimkan itu

Telah menjadi hiburan bagi kami

Ingat.. dan ingatlah wahai penguasa yang tak berhati


Hidup atau mati itu sudah menjadi pilihan kami

Kapan pun dan dimana pun

Kita pasti bersua

Bersua dimedan laga

Salahkah jika kami menjadi seorang pemberontak?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar